Wednesday, September 27, 2006

Bursa Buku Murah Gramedia dkk

Kemaren siang, sekitar jam 1an, aku pergi ke BBJ untuk ikut bursa buku murah yang diadakan Gramedia dan saudara-saudaranya. Astaga naga, di sana tuh penuuuuh banget sama orang. Trus pas lihat2 bukunya, kebanyakan yang tinggal komik2nya elex. Sempet juga sih lihat orang bawa2 Barbara Cartland sama Nora Robertsnya yang bahasa bunga. Tapi rupanya itu sisa-sisa terakhir. Akhirnya dengan kecewa, aku pulang tanpa beli apa-apa. Tapi dalam hati berjanji kalo besok mau datang ke BBJ lagi, tapi jam 9 pagi.

Hari ini, aku sampai di BBJ jam 1/2 9 dan ternyata sudah banyaaaaaak sekali orang berkerumun di depan gerbang masuk. Rupanya bukan aku saja yang mau datang jam 9 pagi. Di dalam, mbak and mas panitia lagi sibuk menyiapkan buku yang akan di jual. Pak Satpam sudah berkoar-koar bilang supaya jangan dorong-dorongan, musti nitipin tas, dll nasehat. Tapi apa daya, semua orang langsung kalap begitu gerbang di buka. Jelas saja semuanya langsung dorong2an. Trus berebutan keranjang, trus berebutan buku.
OH MY GOODNESS!!! SEMUA ORANG KALAP!!!! Benar2 deh!!!
Semua orang sepertinya berebutan mengambil sebanyak-banyaknya. Tidak perduli buku apa aja. Akhirnya setelah berkeringat (asli, bajuku basah kuyub-padahal aku mau kerja, lo) hasil berebutan buku dan berebutan mau keluar, aku bisa juga beli beberapa buku HQ yang belom punya. Fiuuhhh!

Satu kata tentang BBM ini: GILLLLAAAAA! !!!!!
Untunglah bukan wiken. Tak terbayangkan bagaimana situasinya klo BBM ini diadakan waktu wiken. Tapi mungkin ramainya seperti itu juga karena anak sekolah pada libur, ya?
Sungguh-sungguh luar biasa deh, kalau biasanya orang berebut sembako, sekali ini orang-orang berebut buku.
Jadi ingin tahu, ada berapa orang ya yang pingsan???
Eniwe, pengalaman ini mengesankan sekali. Sebagai seorang pencinta buku, aku sungguh tak perduli kalau harus berdesak-desakan atau berebutan, yang penting kesampaian cari buku murah.

Mbak dan Mas di Gramed, tempatnya di BBJ kekecilan kali ya? Kalau mau bikin BBM lagi, mungkin cari tempat yang lebih luas biar geraknya lebih leluasa.
Tapi pokoknya asyik banget BBM ini. Gak nyesel!!!

Thursday, July 27, 2006

MENIKAH

Aku terima forward email dari temanku. Gak tahu siapa yang buat pertama kali, yang jelas isinya bener banget. Terlebih lagi buat yang masih mencari pasangan hidupnya.

===================================================================

Benarkah menikah didasari oleh kecocokan?

Kalau dua-duanya suka musik, berarti ada gejala bisa langgeng.. Kalau sama-sama suka sop buntut berarti masa depan cerah...(That simple?........)

Berbeda dengan sepasang sandal yang hanya punya aspek kiri dan kanan, menikah adalah persatuan dua manusia, pria dan wanita.
Dari anatomi saja sudah tidak sebangun, apalagi urusan jiwa dan hatinya.
Kecocokan, minat dan latar belakang keluarga bukan jaminan segalanya akan lancar.. Lalu apa?

MENIKAH adalah proses pendewasaan .

Dan untuk memasukinya diperlukan pelaku yang kuat dan berani. Berani menghadapi masalah yang akan terjadi dan punya kekuatan untuk menemukan jalan keluarnya.

Kedengarannya sih indah, tapi kenyataannya?

Harus ada 'Komunikasi Dua Arah', 'Ada kerelaan mendengar kritik', 'Ada keikhlasan meminta maaf', 'Ada ketulusan melupakan kesalahan, dan Keberanian untuk mengemukakan pendapat.

Sekali lagi MENIKAH bukanlah upacara yang diramaikan gending cinta, bukan rancangan gaun pengantin ala cinderella, apalagi rangkaian mobil undangan yang memacetkan jalan.
MENIKAH adalah berani memutuskan untuk berlabuh, meski ribuan kapal pesiar yang gemerlap memanggil-manggil.
MENIKAH adalah proses penggabungan dua orang berkepala batu dalam satu ruangan dimana kemesraan, ciuman, dan pelukan yang berkepanjangan hanyalah bunga.

Masalahnya bukanlah menikah dengan anak siapa, yang hartanya berapa, bukanlah rangkaian bunga mawar yang jumlahnya ratusan, bukanlah perencanaan berbulan-bulan yang akhirnya membuat keluarga saling tersinggung, apalagi kegemaran minum kopi yang sama...
MENIKAH adalah proses pengenalan diri sendiri maupun pasangan anda.

Tanpa mengenali diri sendiri, bagaimana anda bisa memahami orang lain...??
Tanpa bisa memperhatikan diri sendiri, bagaimana anda bisa memperhatikan pasangan hidup??
MENIKAH sangat membutuhkan keberanian tingkat tinggi, toleransi sedalam samudra, serta jiwa besar untuk 'Menerima' dan 'Memaafkan.

Kesalahan terbesar kita dalam memilih pasangan adalah kita lebih mementingkan dengan siapa kita menikah bukan seperti apa orang yang akan kita nikahi.
Kita lebih melihat dari fisik orang tersebut bukan kualitas orang tersebut.

Tuesday, February 14, 2006

Valentine 2006

Hari ini katanya Valentine's day.
Yang jelas, hariku hari ini di mulai jam 3.00. Musti bangun pagi bener karena mau antar mami ke airport. Dia mau ke Medan naik pesawat jam 5.50.

Dari airport langsung ke kantor. Nyampe kantor jam 7.30. Rekor banget tuh. Biasanya jam 9.00 paling cepet.

Sempat ke Carrefour bentar. Di sana ada bonus hadiah untuk yang berpakaian pink. Terus terang, baru saat itu aku sadar kalau hari ini tuh Valentine. Dalam hati sempet nyesel kenapa gak pakai baju pink. Tapi aku baru sadar juga kalau aku gak punya baju pink.

Seharian bawaannya bete banget. Kurang tidur. Untunglah Boss agak ngertian, aku boleh pulang lebih cepet.

Tapi satu hal sudah pasti, hari ini gak berasa banget kalau Valentine.

Wednesday, February 01, 2006

Family Gathering

Selasa 31 January 2006, pas hari libur merah. Keluarga besar dari pihak ibuku mengadakan "Tahun Baruan", alias ajang ketemu keluarga besar setahun sekali. Maklum saja, keluarga ibuku termasuk keluarga besar sekali, jadinya susah sering-sering ketemu. So minimal setahun sekali diadakanlah tahun baruan supaya nggak saling lupa. Paling tidak untuk yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya.

Bayangkan saja. Kakek dari Ibuku punya 4 orang anak laki-laki. Kakekku dan saudara-saudaranya masing-masing punya minimal 8 orang anak. Itu saja sudah 32 orang bersaudara. Dari ke 32 orang generasi ke-3, rata-rata punya 3 orang anak. Sudah ada pertambahan 96 orang (!) di generasi ke-4, generasiku. Usia ku dan sepupu-sepupuku bervariasi antara 6 - 55 tahun. Jadi gak heran kalau ada tante atau oom yang sebaya atau lebih muda dari keponakan. Dan kemarin, ada salah seorang sepupu yang aku tidak pernah bertemu - dia tinggal di Sumatera - yang ternyata sudah punya cucu! Jadi secara tidak langsung, aku juga sudah di panggil nenek. Ajaib banget!!!

Friday, January 27, 2006

Kamis lumayan bete

Bangun tidur aku sudah merasa bete. Ngantuknya bukan main. Tapi apa mau di kata, aku harus bangun.

Seharian cuaca kurang bersahabat. Mendung di tambah hujan menambah ke-bete-an.

Sore-sorean, aku terima SMS dari mbak Syan yang bilang kalau dia tidak latihan paduan suara. Kemudian aku terima email dari Bude Ninik yang bilang kalau Mas Rio ke Semarang, Pade Agni ke Bandung dan Bude Ninik sendiri tidak latihan. Rosna dan Mbak Witri meneleponku meminta izin gak latihan juga. Anne juga kirim SMS bilang kalau dia sakit. YA AMPUUUN!!!! Padahal sebetulnya aku mau minta izin gak latihan, tapi sudah keduluan yang lain. Pablebuat.
Aku kirim email ke Bude, gimana dong kalau semuanya gak latihan. Sedih banget! Bude balas supaya latihan 2 lagu saja, minta diajar sama Bang Rimma (kalau datang) lalu bisa pulang jam 1/2 9.

Tidak lama kemudian, kak Dita SMS tanya apakah Bude Ninik latihan. Kalau kubilang Bude gak latihan, pasti kak Dita juga gak latihan, jadi kubalas saja SMSnya secara diplomatis, "latihan atau tidak, baru ketahuan kemudian. Bisa saja bilang mau latihan gak tahunya gak datang, di bilang tidak mau latihan gak tahunya datang."

Jam 5 sore lewat, aku mau meninggalkan kantor menuju gereja untuk latihan. Tiba-tiba hujan turun lagi. Aduh, tambah males aja. Tapi untungnya hujan segera berhenti. Tapi karena aku sudah keburu malas, aku baru meninggalkan kantor jam 1/2 7.

Ketika aku sudah dekat gereja, Festi kirim SMS, "Di, latihan gak? kok di gereja gak ada orang?"
Aku langsung mempercepat langkah. Kasihan Festi sendiri.
Betul saja, tidak ada seorang pun anggota PS yang kelihatan. Kami menunggu sambil ngobrol. Tidak lama datang berturut-turut: Tyas, Mas Sunu, Kak Olive, Dewi. Semuanya menanyakan hal yang sama: Latihan gak? Aku cuma bisa bilang supaya menunggu saja sambil menjawab berulang-ulang pertanyaan, "Mas Agni, Mas Rio, Mbak Ninik, Mbak Syan, pada kemana?"

Mbak Sandra sebetulnya datang, tapi karena tahu gak ada tebengan, dia minta izin pulang. Linda sempat menelepon juga, tapi aku memberikan izin supaya dia tidak usah datang latihan.

Kemudian Santi dan Yossy juga datang. Karena sudah lebih banyak orang, kami yang tadinya duduk di teras gereja, kemudian masuk ke gedung gereja dengan alasan, supaya ngobrolnya lebih enak.

1/2 8 lewat. Puji Tuhan, Mbak Wati dan Pak Lazarus datang. Langsung saja aku 'nodong' Mbak Wati untuk melatih. Buru-buru ku ambil partitur, dan kami pun mulai berlatih. Ternyata kemudian yang datang lumayan banyak. Kak Dita, Yuyut, Olin dan Bang Rimma menyusul datang kemudian. Tapi yang banyak Alto. Sopran cuma aku dan Mbak Wati. Tapi karena Mbak Wati jadi dirigen, praktis Sopran cuma aku sendiri. WAAAKKKSSSS!!! Padahal lagunya pakai nada tinggi semua. Mana aku gak bisa kalau musti cari nada sendiri, maka kacaulah Sopran. Untunglah kemudian Raymond sang pianis muncul. Lumayan terbantu, walaupun tetap saja kacau. Kami menyelesaikan latihan jam 1/2 9. Biarlah sekali-sekali pulang cepat.

Pada akhirnya yang datang Bass 1 orang, Tenor 2 orang, Alto SEPULUH orang dan Sopran 2 orang dan pianis, dari total kurang lebih 40 orang anggota aktif.

Terus terang, aku sedih sekali melihat paduan suaraku seperti itu. Sempet terpikir, aduh, Galilea bagaimana nantinya ya? Tapi aku bersyukur karena ternyata masih banyak yang setia dan berkomitmen untuk datang latihan walaupun hujan. Semoga mereka tetap setia, dan itu bukan untuk kebanggaan sendiri, tapi semata-mata demi kemuliaan Tuhan saja.

Monday, January 09, 2006

SMS

DI bawah ini ada beberapa SMS yang aku terima waktu Natal dan Tahun Baru yl. Sayang di buang, jadi aku simpan di blog ku aja.

Merry Xmas n Happy New Year. Let us shine like a star in this dark world and be a blessing to each other. Amen

May the miracle of Christmas renew your faith, refresh your spirit, touch your heart. Wishing you a blessed Christmas and Happy New Year 2006.

Merry Chrisrmas and Happy New Year. Even if next year is dark, we don't have to worry because God's love and peace are protecting us.

As you begin a new day, may you see with Jesus' eyes. Listen with His ears, love with His heart and work with His loving hands. Merry X'Mas.

In this occasion I would like to wish you and your family a Merry Christmas and happy and prosperous New Year.

Selamat Natal dan Tahun Baru. Semoga sukses, bahagia bersama keluarga selalu dalam kasih dan lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa. Amien.

Sebelum besok tiba, sebelum jaringan penuh, sebelum operator sibuk, sebelum pulsa habis dan sebelum saya merem, Happy New Year. GBU.

Walaupun langkah tak bertemu, tangan tak berjabat, ucap tak terdengar dari hati yang tulus, namun ada doa dan harapan, kiranya tahun 2006 membawa berkat, kebahagiaan dan kesuksesan bagi kita semua. Happy New year.

Tomorrow is a new day for us to start a better life. Happy new year for you, may God sends His blessing to us to face a new day....

Sunday, January 01, 2006

Happy New Year

Terima kasih Tuhan karena Engkau telah menyertai kami melalui tahun 2005.
Terima kasih Tuhan untuk berkat yang Kau limpahkan untuk kami, kesehatan yang Kau berikan dan kekuatan bagi kami sehingga kami bisa menjalani tahun 2005 yang lalu dengan selamat.
Terima kasih Tuhan karena Engkau masih memberikan kesempatan bagi kami untuk memasuki tahun 2006 yang baru ini.

Tuhan,
Berilah berkatMu yang melimpah kepada kami.
Berilah kesehatan kepada kami semua.
Berilah damai sejahtera bagi bangsa kami.
Berilah sukacita senantiasa.
Di tahun yang baru ini kami tidak tahu apa yang akan terjadi.
Oleh karena itu, ya Tuhan, besertalah selalu dengan kami.
Dan di tahun yang baru ini, ya Tuhan, ingatkan kami juga agar kami selalu dekat denganMu.
Agar kami tidak meninggalkanMu, agar kami tetap setia padaMu.
Terima kasih Tuhan,
Amin